Header Pengetahuan Detail

Manfaat Kopi Hijau

  02 Apr 2019     192 kali

Bisnis kopi terlihat semakin menjamur akhir-akhir ini. Angka penikmat kopi juga semakin melonjak, terutama seiring dengan semakin banyaknya gerai kopi yang menawarkan kopi dengan rasa lezat dan harga yang terjangkau. Rasa dan jenis kopi yang variatif juga semakin memperluas pasar dari penikmat kopi. Tapi tahukah kalian, kopi ternyata bukan sekedar ‘penawar kantuk’ lho. Bahkan saat ini sudah mulai ramai penikmat dari kopi hijau yang ternyata memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Belum pernah mendengar tentang kopi hijau? Yuk, kita sama-sama cari tahu manfaat dari si kopi hijau…

Sumber foto: https://food.ndtv.com/food-drinks/side-effects-of-green-coffee-have-you-been-drinking-too-much-1743524

Kopi hijau yang kita bahas di sini, bukan kopi yang diberikan tambahan matcha atau green tea ya. Kopi hijau yang kita bahas ini terbuat dari biji kopi biasa, namun, tidak seperti kopi hitam, biji kopi hijau ini tidak melalui proses pemanggangan. Hal ini lah yang menyebabkan kopi hijau disebut-sebut memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan.

Sumber foto: https://id.pinterest.com/pin/61572719889241805/?lp=true

Proses pemanggangan biji kopi mengakibatkan kandungan asam klorogenat pada biji kopi berkurang. Asam klorogenat merupakan senyawa yang bermanfaat bagi proses penurunan berat badan. Oleh karena kandungan asam klorogenat yang masih tinggi pada kopi hijau, kopi hijau dapat dimanfaatkan untuk diet penurunan berat badan. BMC Complementary and Alternative Medicine Edisi Maret 2006 menyebutkan tentang penelitian yang dilakukan terhadap ekstrak biji kopi hijau. Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa kopi hijau terbukti mampu mengurangi kadar lemak pada tubuh –khususnya pada liver-, dan juga mampu membantu menurunkan berat badan. Selain itu, kopi hijau juga mampu membakar lemak lebih cepat walaupun kita tidak melakukan olahraga.

Sumber foto: https://id.pinterest.com/pin/526287906445917973/?lp=true

Selain menurunkan berat badan, asam klorogenat pada kopi hijau juga dapat menurunkan tekanan darah. Sebuah penelitian yang diterbitkan di Clinical and Experimental Hypertension pada tahun 2006 menyebutkan kalau pasien yang mengkonsumsi 140 mg ekstrak biji kopi hijau perhari, mengalami penurunan tekanan darah. Asam klorogenat mampu menghambat pembentukan kortisol aktif dan mampu meningkatkan elastisitas pembuluh darah sehingga menekan terjadinya peningkatan tekanan darah.

Asam klorogenat pada kopi hijau juga merupakan booster metabolisme yang hebat. Kopi hijau mampu meningkatkan Basal Metabolism Rate (BMR) tubuh yang berguna untuk menurunkan pelepasan gula yang berlebihan dari liver ke dalam darah. Kopi hijau juga dapat membantu mengurangi penyerapan gula di usus kecil. Hal-hal itulah yang membuat kopi hijau disebut-sebut mampu membantu penurunan kadar gula dalam darah.

Sumber foto: https://id.pinterest.com/pin/61572719889241805/?lp=true

Kafein yang dikandung oleh kopi hijau juga dapat memberikan efek positif pada suasana hati dan aktivitas otak Anda. Menurut penelitian yang dipublikasikan pada bulan Februari 2008 di Nutrition Bulletin, beberapa studi telah mengonfirmasi bahwa kafein dapat meningkatkan kewaspadaan, memori, fokus, sistem kekebalan tubuh, dan fungsi kognitif pada otak. Hal inilah yang membuat kita merasa lebih fresh dan bersemangat setelah mengkonsumsi kafein.

Biji kopi hijau juga mengandung antioksidan yang tinggi, yang mana mampu mengurangi efek radikal bebas pada tubuh. Selain itu, menurut penelitian yang diterbitkan pada bulan Juli 2004 dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry, antioksidan yang ada pada biji kopi hijau juga dapat mencegah perkembangan sel kanker. Anti oksidan pada biji kopi hijau juga dapat meningkatkan hidrasi pada kulit, sehingga dapat berfungsi juga sebagai anti-aging.

Walaupun kopi hijau memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan, tetap ada batas maksimum konsumsi harian untuk kopi hijau. Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa konsumsi maksimum kopi hijau adalah 480 mg perharinya. Jika melebihi batas konsumsi maksimum, dikhawatirkan akan timbul berbagai efek samping seperti insomnia, kecemasan, peningkatan denyut jantung, peningkatan laju pernapasan, mual, muntah, nyeri kepala, telinga berdenging, dll. Semua yang berlebihan memang pada akhirnya tidak baik, kan? J

 

 

**********

Komentar

Komentar

Kirim Pesan

Your message was successfully sent!