27 March 2026 6
Berita

Indonesia Re Gandeng Akademisi dan Pemerintah Perkuat Pusat Riset Risiko Bencana Nasional

indonesia-re-gandeng-akademisi-dan-pemerintah-perkuat-pusat-riset-risiko-bencana-nasional-zvt

Foto: Doc. Istimewa

BANDUNG - Dalam rangka memperkuat ketahanan Indonesia terhadap risiko bencana berbagai upaya terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor yang menempatkan pemodelan risiko sebagai fondasi utama kebijakan transfer risiko nasional.
 
Komitmen tersebut tercermin dalam penyelenggaraan International Seminar on Disaster Risk Transfer pada 11–12 Februari 2026 di éL Hotel Bandung, yang diselenggarakan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung serta didukung oleh World Bank.
 
Seminar internasional ini menghadirkan pembuat kebijakan, akademisi, pelaku industri, serta praktisi dari berbagai negara. Forum ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat ekosistem Disaster Risk Financing and Insurance (DRFI) Indonesia melalui diseminasi model risiko bencana tingkat internasional, pertukaran pengetahuan tingkat tinggi, serta penguatan instrumen transfer risiko nasional.
 
Dalam forum ini, Indonesia Re juga berperan aktif sebagaimana konsistensi dukungan yang diwujudkan dalam pengembangan ekosistem DRFI nasional, mulai dari dukungan kajian penilaian risiko bencana, perancangan produk asuransi parametrik untuk gempa bumi dan banjir, penguatan kerangka regulasi, hingga pelaksanaan berbagai program capacity building dan focus group discussion yang memperkuat kompetensi tim nasional sesuai standar internasional.
 
Indonesia Re juga mempresentasikan skema transfer risiko Indonesia berbasis asuransi parametrik, termasuk struktur trigger, mekanisme payout, serta kapasitas reasuransi nasional. Presentasi tersebut mendapat apresiasi luas dari peserta domestik maupun internasional sebagai model kolaborasi antara pemerintah, industri, dan akademisi dalam pengelolaan risiko bencana.
 
Selain kontribusi teknis, Indonesia Re turut berperan sebagai ko-inisiator seminar bersama DJPPR dan ITB, mengoordinasikan partisipasi pelaku industri reasuransi global dan nasional, menjadi narasumber dalam forum, serta mendukung penguatan kolaborasi lintas institusi dalam pengembangan pusat riset risiko bencana nasional.
 
Teknik dan Operasi Indonesia Re, Delil Khairat, menegaskan bahwa penguatan pemodelan risiko merupakan fondasi penting bagi efektivitas kebijakan transfer risiko bencana nasional. “Melalui pengembangan pemodelan risiko nasional dan instrumen transfer risiko yang terintegrasi, Indonesia memperkuat perlindungan fiskal negara berbasis kapasitas nasional dan kolaborasi global,” ujar Delil.
 
Agenda penting lainnya dalam forum ini adalah peluncuran ITB Center for Catastrophic Risk and Finance sebagai pusat riset multi-institusional yang berfokus pada pengembangan model risiko bencana nasional secara berkelanjutan. Kehadiran pusat riset ini diharapkan memperkuat basis data dan analisis risiko sebagai landasan kebijakan pembiayaan dan perlindungan bencana yang lebih terukur.
 
Ke depan, Indonesia Re bersama mitra strategis akan terus mendorong pemanfaatan model risiko bencana yang dihasilkan pusat riset nasional untuk mendukung pengambilan kebijakan, pengembangan produk perlindungan, serta penguatan industri perasuransian nasional dalam menghadapi risiko bencana yang semakin kompleks. (unt)