Risiko Kematian

Produk asuransi jiwa yang mengcover risiko kematian merupakan produk asuransi jiwa yang menjamin akan diberikannya manfaat asuransi jika terjadi kematian pada jiwa yang diasuransikan (tertanggung).

Risiko kematian yang ditanggung dapat merupakan risiko kematian yang terjadi akibat penyebab alami/penyakit (natural cause), akibat kecelakaan (accidental cause), dan risiko kematian yang terjadi akibat penyebab apapun (all cause).

Produk asuransi jiwa yang mengcover risiko kematian dapat memiliki masa pertanggungan seumur hidup (whole life, umumnya dibatasi hingga usia 99 atau 100 tahun) ataupun masa pertanggungan pada jangka waktu tertentu (term life).

Risiko Penyakit Kritis

Produk asuransi jiwa yang mengcover risiko penyakit kritis merupakan produk asuransi jiwa yang menjamin akan diberikannya manfaat asuransi jika tertanggung yang diasuransikan menderita suatu penyakit kritis.
 
Jenis-jenis penyakit kritis yang dijaminkan dapat dilihat pada masing-masing polis asuransi. Adapun penegakkan diagnose atas penyakit kritis tersebut harus didasarkan pada diagnosis/konfirmasi dokter, dengan mengacu pada hasil pemeriksaan kesehatan dari tertanggung.
 
Saat ini, terdapat berbagai produk asuransi penyakit kritis yang mengcover berbagai macam penyakit kritis, mulai dari penyakit kritis tahap awal (early stage), penyakit kritis tahap menengah (intermediate stage), penyakit kritis tahap akhir (late stage), hingga penyakit kritis katastropik.

Risiko Ketidakmampuan

Produk asuransi jiwa yang mengcover risiko ketidakmampuan merupakan produk asuransi jiwa yang menjamin akan diberikannya manfaat asuransi jika tertanggung yang diasuransikan menderita suatu ketidakmampuan.
 
Ketidakmampuan yang dijaminkan pada produk ini, dapat merupa ketidakmampuan total dan tetap/Total Permanent Disability (TPD), ketidakmampuan sebagian, ataupun ketidakmampuan sementara.

Risiko Kesehatan

Produk asuransi jiwa yang mengcover risiko kesehatan merupakan produk asuransi jiwa yang menjamin akan diberikannya santunan atau penggantian atas biaya perawatan yang dikeluarkan oleh tertanggung saat dirinya dirawat di fasilitas kesehatan.
 
Perawatan kesehatan yang dijaminkan pada produk ini dapat meliputi perawatan kesehatan yang terjadi akibat penyakit atau kecelakaan.
 
Penjaminan dari produk ini dapat dilakukan oleh provider secara cashless ataupun reimbursement/penggantian.

Risiko Kecelakaan

Produk asuransi jiwa yang mengcover risiko kecelakaan merupakan produk asuransi jiwa yang menjamin akan diberikannya manfaat asuransi jika tertanggung yang diasuransikan menderita suatu kecelakaan.

Secara umum, produk Personal Accident (PA) dapat dikelompokkan menjadi berikut:

  • Produk PA dengan risiko A: memberikan manfaat asuransi jika terjadi kematian pada tertanggung akibat kecelakaan

  •  Produk PA dengan risiko B: memberikan manfaat asuransi jika terjadi cacat tetap pada tertanggung akibat kecelakaan

  • Produk PA dengan risiko C: memberikan manfaat asuransi jika terjadi cacat sementara/dalam jangka waktu tertentu pada tertanggung akibat kecelakaan

  • Produk PA dengan risiko D: memberikan manfaat asuransi berupa santunan/penggantian biaya perawatan pada tertanggung akibat kecelakaan

Risiko Pertanggungan Kumpulan

Produk asuransi jiwa yang mengcover risiko yang terjadi pada suatu kumpulan. Risiko yang dicover pada tertanggung kumpulan ini dapat berupa risiko kematian, kecelakaan, ketidakmampuan, atau kesehatan.
 
Tertanggung yang dicover pada produk ini merupakan orang-orang yang termasuk dalam suatu kumpulan yang didaftarkan oleh pemegang polis. Pada produk asuransi jiwa ini, polis asuransi akan dipegang oleh pemegang polis, sementara sertifikat polis atau bentuk kepesertaan lainnya (misalnya, kartu asuransi) akan dipegang oleh masing-masing tertanggung/anggota kumpulan.
 
Pertanggungan asuransi jiwa dan asuransi kesehatan yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan dan anggota keluarganya, serta pertanggungan asuransi jiwa kredit merupakan contoh dari produk asuransi jiwa kumpulan.

Artikel Terkait

Risiko Kesehatan

Campak Kembali Mengancam: Tren Insidensi di Indonesia dan Potensi Wabah di Masa Mendatang

Campak yang sempat jarang menimbulkan wabah selama beberapa dekade kini insidensinya kembali meningkat pada akhir tahun 2025 hingga awal tahun 2026 ini. Lonjakan kasus ini menunjukkan bahwa campak masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat di Indonesia. Rendahnya cakupan vaksinasi dan periode mobilitas lebaran berpotensi meningkatkan risiko penyebarannya. Baca selengkapnya

Selengkapnya
2958
27 Mar 2026

Risiko Kesehatan

Stroke Batang Otak

Presenter Indra Bekti diberitakan mengalami perdarahan otak, yang menyebabkannya kehilangan kesadaran di stasiun siaran radio. Keluarga dan rekan kerja Indra Bekti menyampaikan bahwa perdarahan yang dialami oleh Indra Bekti telah mencapai dan mempengaruhi batang otaknya, sehingga menyebabkan Indra Bekti masih mengalami beberapa ketidakmampuan bahkan setelah menjalani tindakan pembedahan.

Selengkapnya
27198
06 Jan 2023

Risiko Kesehatan

Covid Centaurus

Peningkatan kembali kasus Covid di dunia pada akhir-akhir ini diikuti oleh pemberitaan mengenai kemunculan varian baru SARS-CoV-2. Varian baru tersebut adalah BA.2.75 yang juga dikenal sebagai Varian Centaurus. Nah, apa sebenarnya Varian Centaurus ini, serta apakah yang membedakannya dengan Varian Omicron dan varian-varian lainnya?

Selengkapnya
9852
26 Jul 2022

Risiko Kesehatan

Mengenal Cacar Monyet

Kemunculan dan peningkatan kasus Cacar Monyet di beberapa negara pada beberapa waktu ke belakang telah menimbulkan kegelisahan pada masyarakat di dunia.

Selengkapnya
7867
26 May 2022

Risiko Kesehatan

Polemik Vaksin Astrazeneca

Program vaksinasi COVID-19 di Indonesia telah memasuki bulan ketiga di Maret 2021 ini. Tidak hanya Vaksin Sinovac, Vaksin AstraZeneca dikabarkan juga telah mendarat di Indonesia pada awal Maret ini. Namun sayangnya, kedatangan Vaksin AstraZeneca disusul oleh beberapa berita kurang mengenakkan tentang vaksin tersebut

Selengkapnya
11139
19 Mar 2021

Risiko Kesehatan

Covid-19 Merupakan Force Majeure? Teliti Dulu Pengaturannya

Akhir tahun 2019, dunia dihebohkan dengan virus yang berasal dari Wuhan, China yang populer dengan sebutan COVID-19. Penyebaran virus yang cepat ke berbagai negara membuat fenomena ini menghambat beberapa aktivitas perekonomian hingga kuartal III tahun 2020. Hal ini disebabkan oleh tindakan preventif yang dilakukan oleh beberapa negara untuk mengurangi kasus positif COVID-19 di negaranya yang berimpas pada terganggunya aktivitas perekonomian global. Sebagai dampak nyata atas gangguan aktivitas ekonomi yang diakibatkan oleh penyebaran COVID-19, pertumbuhan perekonomian global melambat dan badai resesi telah terjadi di berbagai negara termasuk Indonesia.  

Selengkapnya
10037
20 Nov 2020