12 March 2018 5016

Chikungunya

Chikungunya merupakan penyakit infeksi virus yang ditransmisikan oleh nyamuk Aedes aegepty. Familiar dengan nama nyamuknya? Iya, nyamuk yang sama dengan nyamuk yang mentransmisikan dengue hemorrhage fever alias demam berdarah dengue dan penyakit zika. Oleh karena nyamuknya sama, tanda dan gejala dari ketiga penyakit ini kurang lebih sama, yaitu demam, nyeri persendian, nyeri kepala, mual, muntah, bercak kemerahan pada kulit, dan fatigue. Dari semua gejala tersebut yang paling menonjol adalah nyeri persendian yang sering kali bisa sangat berat. Mungkin karena itulah penyakit ini disebut dengan chikungunya yang menurut bahasa Kimakonde berarti tubuh yang melengkung – menggambarkan posisi penderita saat mengalami nyeri persendian.

Tanda dan gejala penyakit dapat muncul 2-12 hari setelah penderita digigit oleh nyamuk yang terinfeksi. Gejala yang pertama muncul adalah demam, yaitu pada hari ke 3-5 setelah tergigit. Baru setelah itu munculah nyeri persendian yang dapat bertahan selama beberapa hari hingga beberapa minggu setelah onset.

Penyakit chikungunya, sama seperti penyakit infeksi virus lainnya, relatif mudah didiagnosis berdasarkan gejala klinisnya. Namun untuk mengkonfirmasi diagnosis, atau untuk menyingkirkan kemungkinan diagnosis lainnya, dapat dilakukan pemeriksaan serologi ELISA atau RT-PCR dengan mengambil sampel darah penderita. Pemeriksaan yang paling sering dilakukan adalah pemeriksaan ELISA. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi antibody IgM pada darah penderita. IgM ini dapat terdeteksi pada minggu pertama penyakit dan bertahan hingga 2 bulan setelah onset penyakit.

Penyakit chikungunya secara tidak langsung tidak menyebabkan kematian, terutama jika mendapat perawatan dan pengobatan yang memadai. Walaupun demikian, nyeri sendi yang timbul dapat sangat berat dan dapat menyebabkan kelumpuhan sementara. Penderita menjadi susah bergerak, terutama untuk beberapa titik seperti siku, pergelangan tangan, jari kaki, dan tungkai.

Sumber Gambar : 

tophomeremedies

 

Seperti penyakit virus lainnya, penyakit chikungunya merupakan self-limited disease yang sebenarnya dapat sembuh dengan sendirinya. Penderita ‘hanya’ perlu memastikan dirinya menerima asupan cairan yang cukup dan beristirahat dengan cukup. Penderita dewasa yang kesehatan secara umumnya baik biasanya dapat sembuh dalam waktu 7 hari. Untuk anak kecil,lansia, atau orang dengan kekebalan tubuh yang kurang baik dapat memerlukan waktu penyembuhan yang relatif lebih lama.

Penyakit chikungunya, seperti penyakit infeksi lain yang ditransmisikan oleh nyamuk, dapat dicegah dengan cukup mudah, yaitu dengan menjaga kebersihan lingkungan terutama dari genangan air. Penyemprotan insektisida juga direkomendasikan terutama pada periode outbreak.

 

 

***

Penulis

dr. Laras Prabandini Sasongko, AAAIJ

Email: laras@indonesiare.co.id