26 December 2018 1647

Kolesterol yang Terlalu Rendah

Kolesterol merupakan senyawa kimia yang diproduksi oleh liver. Senyawa ini sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk dapat menjalankan fungsinya dengan baik, seperti produksi dan regenerasi sel dan jaringan, memproduksi vitamin D, memproduksi hormon, serta memproduksi cairan empedu. Kolesterol juga dapat mempengaruhi sistem saraf. Sehingga, kadar kolesterol yang tidak normal dapat mempengaruhi mood dan perilaku. Jadi, kolesterol itu tidak hanya berbahaya kok, kolesterol juga punya berbagai manfaat yang baik bagi tubuh.
 
Kita semua tahu, bahwa kadar kolesterol yang tinggi dapat berbahaya bagi kesehatan. Kadar kolesterol yang tinggi memang banyak mengundang penyakit untuk datang, seperti penyakit jantung dan stroke. Tapi, tahu kah kalian, kalau ternyata kadar kolesterol yang terlalu rendah juga ternyata dapat mengindikasikan kondisi kesehatan yang tidak baik?
 
Dalam Journal Cancer Epidemiology, Biomarkers and Prevention, peneliti menemukan hubungan antara kolesterol dan kanker. Disebutkan peneliti, seseorang dengan kadar kolesterol yang rendah –kurang dari 160 mg/dl- cenderung berpotensi terdiagnosis kanker lebih tinggi dibanding orang-orang dengan kadar kolesterol normal atau tinggi. Sebagaimana yang disebutkan oleh Dr. Demetrius Albanes dari National Cancer Institute, kadar kolesterol yang rendah memang bukan penyebab dari kanker, namun lebih merupakan indikator dari penyakit kanker.
 
Selama 18 tahun, peneliti melakukan investigasi terhadap 30.000 partisipan. Selama studi berlangsung, 7.545 partisipan meninggal dunia karena kanker. Setelah dianalisis, ternyata partisipan yang meninggal dunia akibat kanker cenderung memiliki kadar kolesterol yang rendah. Hal ini berbeda dengan partisipan yang tingkat kolesterolnya tinggi, di mana risiko terkena kankernya hanya 14 persen. Penemuan ini menunjukkan bahwa jumlah serum kolesterol total ada hubungannya dengan penyakit kanker dan bisa dijadikan acuan untuk melakukan deteksi kanker lebih dini.
 
Sumber Gambar : breaknutrition.com
 
Selain itu, rendahnya kadar kolesterol juga terkait dengan hormon serotonin yang berperan dalam pengaturan mood seseorang. Terlalu rendahnya kadar kolesterol dapat berpengaruh pada sistem saraf kita. Pada tahun 1994, American Heart Association Task Force on Cholesterol Issues menerbitkan sebuah artikel tentang korelasi antara kadar kolesterol yang rendah dengan kematian akibat gangguan psikologis seperti depresi, gangguan cemas, gangguan tidur, serta gangguan mood lainnya.
 
Dokter dan peneliti di seluruh dunia memang masih melakukan berbagai penelitian untuk mencari tahu hubungan pasti antara kadar kolesterol rendah dengan bahaya kesehatan. Sejauh ini juga tidak ada konsensus pasti tentang kadar kolesterol yang rendah, namun, umumnya kolesterol total dikatakan rendah jika menyentuh angka 160 mg/dl dan dikatakan sangat rendah jika menyentuh angka 100 mg/dl. Sedangkan untuk kolesterol LDL dikatakan sangat rendah jika menyentuh angka 40 mg/dl.
 
Sementara itu, kesimpulan yang dapat kita tarik adalah semua hal yang terlalu tinggi atau terlalu rendah itu tidak baik, termasuk dalam hal kadar kolesterol. Oleh karena itu, tetaplah mempertahankan gaya hidup sehat dan seimbang. Lakukan pemeriksaan kadar kolesterol dan pemeriksaan kesehatan lain dengan teratur, terutama untuk kamu yang memang sudah memiliki risiko kesehatan. Melakukan deteksi dini akan selalu lebih baik
 
***

Penulis

dr. Laras Prabandini Sasongko, AAAIJ

Email: laras@indonesiare.co.id