20 June 2022 501
Reasuransi Jiwa

Ramsay-Hunt Syndrome

Ramsay-Hunt Syndrome sedang ramai diperbincangkan masyarakat. Tak lain tak bukan, lantaran Justin Bieber, yang merupakan seorang selebriti internasional, sedang menderita sindrom tersebut. Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Justin Bieber melalui Instagram pribadinya (@justinbieber), di mana disampaikan bahwa dirinya dengan sangat terpaksa harus menunda rangkaian Justice World Tour 2022, lantaran dirinya menderita suatu sindrom langka yang membuat sebelah wajahnya mengalami kelumpuhan dan pendengarannya pun mengalami gangguan.
 
Tentunya kita semua menjadi penasaran, kan, apa sih sebenarnya kondisi yang diderita oleh Justin Bieber tersebut?
 
Ramsay-Hunt Syndrome merupakan gangguan neurologis yang ditandai dengan munculnya kelumpuhan pada saraf wajah, ruam dan lepuhan pada area telinga dan mulut, serta gangguan pendengaran. Ramsay-Hunt Syndrome disebabkan oleh virus Varicella zoster, yang juga merupakan virus penyebab penyakit cacar air dan Herpes zoster.
 
Saat seseorang terinfeksi virus Varicella zoster untuk pertama kalinya, orang tersebut akan mengalami cacar air. Setelah sembuh, virus Varicella zoster masih akan bertahan pada tubuh orang tersebut, meskipun virus tersebut hanya ‘diam dan tidur’ (dormant) pada area Ganglia Dorsalis dan Cranial Nerve (terutama Facial Nerve). Virus yang dormant tersebut dapat bangkit kembali (reaktivasi) dalam hitungan tahunan, apabila imunitas orang tersebut sedang berada dalam kondisi yang kurang baik. Pada saat reaktivasi, virus Varicella zoster akan menyebar, menyebabkan peradangan, dan menyebabkan gangguan pada persarafan wajah dan sekitarnya.
 
Apakah semua penderita cacar air dapat mengalami Ramsay-Hunt Syndrome di kemudian hari?
 
Berdasarkan data yang ada, 2/3 dari anak berusia kurang dari 15 tahun di Indonesia masih memiliki virus Varicella zoster di dalam tubuhnya. Hal ini berarti proporsi masyarakat Indonesia yang berpotensi terkena Ramsay-Hunt Syndrome dapat dikatakan cukup banyak. Meskipun demikian, kita tidak usah terlalu khawatir, karena tidak semua mantan penderita cacar air akan mengalami Ramsay-Hunt Syndrome, karena umumnya hanya mantan penderita cacar dengan imunitas yang kurang baiklah yang akan mengalami reaktivasi virus Varicella zoster.
 
Penderita Ramsay-Hunt Syndrome umumnya akan mengalami tiga gejala khas, yakni kelumpuhan wajah, ruam dan lepuhan pada area telinga, serta gangguan pendengaran. Meskipun demikian, tidak jarang kondisi ini juga dapat menyebabkan beberapa gejala lainnya, seperti ruam kemerahan pada rongga mulut dan tenggorokan, kesulitan berbicara, mual, muntah, vertigo, serta sensasi kering pada mata dan mulut.
 
Diagnosis Ramsay-Hunt Syndrome umumnya ditegakkan hanya melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik saja. Meskipun demikian, pada beberapa kasus dokter juga akan melakukan pemeriksaan tambahan, terutama apabila terdapat kemungkinan diagnosis lainnya seperti Bell’s Palsy. Beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk menegakkan diagnosis Ramsay-Hunt Syndrome di antaranya adalah Electromyography (EMG) serta Magnetic Resonance Imaging (MRI) pada wajah dan kepala.
 
Karena pada dasarnya disebabkan oleh virus, maka pemberian anti-virus menjadi pengobatan utama dari Ramsay-Hunt Syndrome. Adapun anti-virus yang menjadi pilihan di antaranya adalah Valacyclovir, Famciclovir, dan Acyclovir. Pengobatan anti-virus umumnya juga dikombinasi dengan pemberian steroid –misalnya, Prednison-, untuk mempercepat kesembuhan, mencegah komplikasi, dan mencegah gangguan yang ada menjadi permanen.
 
Meskipun penderita Ramsay-Hunt Syndrome relatif memiliki prognosa yang baik, tidak jarang juga kelumpuhan wajah dan gangguan pendengaran yang dialami dapat menetap, terutama, apabila penderita tidak segera mendapatkan pengobatan yang adekuat, merupakan kelompok usia rentan, atau memiliki komorbid tertentu. Berdasarkan data yang ada, penderita Ramsay-Hunt Syndrome memiliki kemungkinan untuk pulih sempurna sebesar 70%, apabila dia mendapatkan pengobatan anti-virus dan steroid dalam waktu 72 jam setelah gejala muncul. Oleh karena itu, penderita Ramsay-Hunt Syndrome harus mendapatkan penanganan segera setelah keluhan/gangguan kesehatannya muncul.
 
Meskipun tidak sepopuler Bell’s Palsy, ternyata, Ramsay-Hunt Syndrome merupakan penyebab dari 12% kasus kelumpuhan wajah di seluruh dunia. Kondisi ini sangat jarang diderita oleh kelompok anak, dan lebih sering terjadi pada orang dewasa, terutama yang berusia lebih dari 60 tahun. Kasus Ramsay-Hunt Syndrome juga sering dilaporkan terjadi pada penderita kanker yang menjalani kemoterapi, serta penderita autoimun yang mendapatkan pengobatan steroid/kortikosteroid dosis tinggi.
 
Apakah Ramsay-Hunt Syndrome ini menular?
 
Ramsay-Hunt Syndrome ini tidak menular. Meskipun demikian, reaktivasi virus Varicella zoster dapat menyebabkan penyakit cacar air bagi orang yang belum pernah menderita cacar air sebelumnya. Oleh karena itu, vaksinasi Varicella harus diberikan kepada anak-anak sesuai dengan anjuran dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Selain itu, vaksinasi Herpes zoster juga dapat diberikan kepada kelompok berusia 50 tahun ke atas.
 
Stay safe and healthy, semuanya!

Penulis

dr. Laras Prabandini Sasongko, AAAIJ

Email: laras@indonesiare.co.id